Jumat, 01 November 2013

Komisi dan Bonus Agen Prudential

 Komisi Dan Bonus Sebagai Agen Prudential
Seorang Agen tugasnya adalah mencari orang atau perusahaan yang mau menabung di Prudential. Tetapi bila Anda hanya menjadikan bisnis ini sebagai usaha sampingan saja, bisa juga, Nah! Jasa yang anda terima dari Prudential adalah berupa Komisi dan Bonus, Komisi adalah jasa yang diberikan langsung minggu itu, sedangkan Bonus adalah Jasa yang diberikan per 3 bulan dengan melihat Persistensi nasabah. Maksud dari Persistensi adalah suatu perbandingan berapa orang nasabah yang masih bertahan menabung dibandingkan dengan nasabah yang macet menabung. Artinya Bonus diberikan kepada anda jika anda mampu membujuk nasabah untuk tetap menabung 85 % dari seluruh nasabah anda, maka orang menyebut istilah “Bonus turun jika persistensi 85%” Setiap ada orang yang menabung anda akan mendapat komisi selama 5 tahun, sedangkan bonus diberikan hanya 2 tahun. Komisi ditahun pertama 30%, tahun ke dua 30 %, tahun ke 3 sampai 5 sebesar 5 %. Sedangkan Bonus ditahun pertama 12% dan tahun ke dua 12%, Dan bila dijumlahkan keseluruhan Komisi dan Bonus adalah 99% dari Premi Tahun pertama seorang nasabah. Tahun ke:


Tahun ke:>
1
2
3
4
5
Komisi
30%
30%
5%
5%
5%
Bonus
12%
12%
Total:> 99%
42%
42%
5%
5%
5%

Berapakah Gaji yang anda peroleh jika anda mengumpulkan nasabah dengan total Rp. 150 juta ? Jawab: Total Komisi dan Bonus tahun pertama adalah : Rp. 150 jt x 42% = 63 juta / 12 bulan = 5,25 jt/bln Tu sebabnya tadi dikatakan sebagai agen anda bergaji 5 juta per bulan. Yang akan kita peroleh selama 2 tahun atau 24 bulan Lebih detailnya, akan kita hitung sampai tahun ke 5:

Tahun ke 1 : 63 jt
Tahun ke 2 : 63 jt
Tahun ke 3 : 150 jt x 5 % = 7,5 jt
Tahun ke 4 : 7,5 jt
Tahun ke 5 : 7,5 jt
Jumlah : 148,5 Juta 

Apa artinya pendapatan tersebut? Bila anda mengumpulkan Nasabah sejumlah Rp. 150 jt anda akan dibayar oleh Prudential sebesar Rp. 148,5 juta, (hanya beda 1,5 juta saja). atau hampir semua setoran nasabah si 150 juta tersebut dikembalikan untuk anda. Apa artinya yang lebih rinci ? Artinya bila ada orang yang menabung 1 juta sebulan, ingatlah bahwa anda harus kalikan dulu 12 bulan untuk menjadi setahun dan anda akan mendapat uang dari orang tersebut sebesar hampir 12 juta dalam 5 tahun. Kalau ada 10 orang yang menabung 1 juta sebulan berarti anda akan dibayar Prudential hampir sebesar 120 juta dalam 5 tahun! Bisnis 124 Untuk menyederhanakan hitungan biasanya Agen prudential mengabaikan saja dulu komisi tahun ke 3 sampai 5, karena hasilnya kecil. Agen Prudential biasanya hanya menghitung komisi di tahun 1 dan tahun ke 2 saja, itulah sebabnya saya sebut istilah “Bisnis 124” artinya Bisnis dengan 1 kali transaksi anda mendapat komisi 24 bulan. Sekali Presentasi dan berhasil! maka anda akan dibayar 24 kali. Pernahkah ada Bisnis yang sekali transaksi Komisinya 24 kali? Rasanya belum pernah dengar! Itu sebabnya Diprudential beda dengan yang lain! Diprudential jasa kita sangat dihargai TINGGI! Ibarat Air mineral yang dijual di warung 2500 di Hotel berbintang dijual 25 ribu.Nah ! Bisnis di Prudential ibarat Hotel Bintang tujuh!

Rabu, 30 Oktober 2013

Prudential Sebagai Perusahaan Asuransi terbaikTerbaik 2013 Versi Majalah Investor

Delapan perusahaan asuransi nasional berhasil meraih predikat Asuransi Terbaik 2013 versi Majalah Investor. Yakni, 3 asuransi jiwa, 4 asuransi umum dan satu reasuransi. Satu asuransi jiwa dan satu asuransi umum meraih penghargaan khusus, dan satu perusahaan mempertahankan Star Award.

Pada kelompok asuransi jiwa, penghargaan diberikan untuk 3 perusahaan asuransi jiwa. PT Prudential Life Assurance berhasil meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 15 triliun. Tahun ini, Star Award kembali diberikan untuk PT Prudential Life Assurance sebagai asuransi Jiwa yang berhasil mempertahankan posisi terbaik selama 11 tahun berturut-turut.

Kriteria Pemeringkatan
Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak mengatakan, pemeringkatan tahun ini mengacu pada laporan keuangan publikasi tahun 2008 – 2012. Berdasarkan data-data tersebut, kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian berdasarkan kriteria yang disepakati untuk asuransi jiwa maupun asuransi umum.

“Penetapan asuransi terbaik mengacu pada data laporan keuangan hasil publikasi yang kemudian diperingkat berdasarkan kriteria pemeringkatan yang disepakati,” ujar Herris dalam penganugerahan penghargaan Asuransi Terbaik 2013 versi Majalah Investor, di Ballroom, Four Season Hotel, Jakarta, Kamis (4/7).

Pemeringkatan kali ini menggunakan 14 kriteria, baik untuk asuransi umum, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria untuk asuransi jiwa meliputi, pertumbuhan aset rata-rata 5 tahun (2008–2012), pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 5 tahun (2008-2012).

Selain itu, pertumbuhan ekuitas rata-rata 5 tahun (2008-2012), pertumbuhan premi neto rata-rata 5 tahun (2008-2012), hasil investasi dibanding risiko rata-rata 5 tahun (2008-2012), pertumbuhan pendapatan rata-rata 5 tahun (2008-2012), pertumbuhan laba bersih rata-rata 5 tahun (2008-2012).

Berikutnya pangsa pasar premi neto tahun 2012, rasio biaya akuisisi terhadap premi neto 2012, rasio biaya akuisisi terhadap rata-rata investasi, TATO (Total Aset Turn Over) 2012, ROA (return on assets) 2012, ROE (return on equity) 2012, dan RBC (risk based capital) 2012.

Sementara itu, 14 kriteria untuk asuransi umum, mayoritas sama dengan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung 5 tahun (2008-2012) yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting 5 tahun (2008-2012) dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum dan reasuransi. Sedangkan kriteria pertumbuhan premi bruto 5 tahun khusus berlaku untuk reasuransi.

Tidak semua perusahaan asuransi ikut diperingkat. Ada sejumlah perusahaan tidak lolos seleksi awal berdasarkan persyaratan yang ditetapkan Dewan Juri. Seleksi awal meliputi, laporan keuangan 2012 yang dipublikasi harus sudah diaudit, laporan keuangan 2012 tidak mendapat opini disclaimer, RBC minimal 120%, masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat.
Selanjutnya tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Departemen Keuangan, tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dan sebagainya), ekuitas minimal Rp 50 miliar, aset asuransi umum tahun 2012 di atas Rp 100 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2012 di atas Rp 1 triliun, tidak menderita rugi tahun 2012, serta data lengkap.

Sumber: Majalah Investor

Selasa, 29 Oktober 2013

Dalam 6 Bulan Prudential Sudah Membayar Klaim Rp 4,7 Triliun

Jakarta - Perusahaan asuransi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) tak mau dianggap sebagai perusahaan yang tak mau bayar klaim nasabah. Sepanjang semester I-2013, atau dalam 6 bulan, perusahaan ini telah membayar klaim asuransi Rp 4,7 triliun.

Menurut Corporate Marketing & Communications Director PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) Nini Sumohandoyo, jumlah pembayaran klaim asuransi ini naik 63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Nah tahun ini, setengah tahun, 6 bulan ya kami sudah membayar sebesar Rp 4,7 triliun untuk klaim dan manfaat, itu ada kenaikan sebesar 63% dari tahun sebelumnya," kata Nini di acara diskusi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di The Plaza Office Tower, Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Sepanjang tahun lalu, Prudential juga telah mampu membayar klaim dan manfaat sebesar Rp 5,8 triliun atau naik 63% dari tahun sebelumnya.

Nini mengaku, realisasi klaim tersebut sebagai bukti, Prudential memang perusahaan asuransi yang menjalankan kewajibannya dengan baik.

"Saya ingin share bahwa dalam berbisnis Prudential di Indonesia kami selalu berpegang teguh dan kami selalu mematuhi semua peraturan-peraturan dan UU yang ada di Indonesia. Kami juga sangat berkewajiban untuk mematuhi dan menghargai semua persyaratan dan ketentuan yang ada di dalam kontrak ataupun polis kami," ujarnya.

Terkait klaim asuransi anak bungsu musisi Ahmad Dhani yaitu Abdul Qodir Jaelani alias Dul yang tidak bisa dicairkan, Nini mengatakan, itu bukan semata-mata karena Prudential tidak mau membayar.

"Itu sebenarnya yang ingin kami share di Prudential kami sangat menghargai isi dari kontrak dan semua persyaratan kami dan setiap saat yang diajukan kepada kami, selama memenuhi persyaratan klaim pasti akan kita bayar," kata Nini.
(drk/dnl)

Sumber: http://finance.detik.com/read/2013/09/27/135639/2371330/5/

Cara Mengetahui Perkembangan Saldo Tabungan di Prudential

Seringkali nasabah Prudential tidak terlalu memperhatikan perkembangan nilai tunai atau tabungan di rekening mereka. Dalam 2 tahun pertama saldo tabungan Prudential milik nasabah akan mempunyai nilai yang sangat kecil, dari premi yang dibayarkan tiap periodenya, memang lebih besar porsi proteksi dibanding unsur tabungan/investasi.trans Saldo Tabungan Prudential.
Manfaat penting memeriksa Saldo Tabungan Prudential :
1. Mengetahui jumlah tabungan / investasi di rekening Prudential lebih pasti , sehingga bisa melakukan CUTI PREMI jika memang diinginkan nasabah (syarat cuti premi, setelah bulan ke 25 setelah persetujuan polis pertama kali, dan saldo terbentuk lebih dari Rp 1.5 juta), dan melakukan switching/ pengalihan dana investasi, jika dirasakan nilai investasi saat ini merugi / tidak baik.

2. Anda akan merasakan rekening Prudential milik Anda, tidak merugikan, karena memberikan nilai plus dibanding menabung di tempat lain, sehingga Anda akan menjaga status polis Anda tetap aktif, dengan demikian Anda tetap terlindungi hingga masa pertanggungan selesai.

3. Terkadang setelah Anda membaca Rincian Transaksi Prudential, Anda akan mengingat kembali apa isi polis Anda ini. Karena kebanyakkan nasabah, lupa akan manfaat dari polis yang dimilikinya.

Cara untuk memeriksa saldo tabungan Prudential:
Setelah Anda memiliki polis Prudential, sangat penting untuk segera mendaftarkan diri ke PRUaccess.
  • Menghubungi 500085,
Yaitu Call Center Prudential. Persiapkan PIN Anda (PIN didapat setelah sukses registrasi PRUaccess), atau jika belum punya PIN, catat nomor polis Anda, karena customer service akan menanyakan nomor polis+data pribadi Anda.
  • Rincian Transaksi Prudential
yang bisa dikirimkan melalui post atau email. Pada bagian akhir Rincian Transaksi Prudential akan tertulis Nilai Unit (Rp). Itulah saldo tabungan prudential.

Senin, 28 Oktober 2013

Agen Asuransi Indonesia Mayoritas Dari Prudential



Hingga Agustus 2012, jumlah agen berlisensi/bersertifikat mencapai 340 ribu orang, yang mana 180 ribu agen itu berasal dari Prudential Life. Data tersebut dipaparkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). “Saat ini 340 ribu agen telah bersertifikat. Dengan ajang Top Agen Award (TAA) yang digelar secara tahunan dengan tujuan terus mendorong prestasi agen, kami optimistis  target agen berlisensi sebanyak 500 ribu di 2015 bisa tercapai,” papar Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI, di Jakarta.

Hendrisman lebih lanjut mengatakan, dari total 340 agen saat ini sekitar 180 ribu agen berasal dari perusahaan asuransi jiwa Prudential. “Saya baru dapat laporan 180 ribu dari Prudential,” ujar dia.

Menjelaskan hal itu, William Kuan, Presiden Direktur Prudential Indonesia mengatakan bahwa setiap tahunnya agen Prudential terus tumbuh di level 25%, sejalan dengan catatan pertumbuhan industri secara keseluruhan.

William, yang juga Ketua Bidang Kanal & Distribusi AAJI, memaparkan bahwa rata-rata pertumbuhan agen asuransi jiwa tersertifikasi setiap tahun di level 25 – 30%. “Tahun lalu (tumbuh) 26%,” tandasnya di kesempatan yang sama.

Memang, jumlah agen tersertifikasi yang sebesar 340 ribu masih sangat rendah jika dibanding dengan lebih dari 200 juta penduduk Indonesia. Namun, dengan rasio yang masih rendah, agen tersertifikasi harus bisa tumbuh lebih besar.

“Dengan rasio 300 ribu lebih agen Berbanding 200 juta penduduk, maka ada prospek 1 agen untuk melayani 900 orang. Kalau di Malaysia 1 agen bisa layani 300-400 orang. Jadi itu adalah hal yang bisa kami capai untuk tumbuh lebih besar. Kami optimistis untuk capai 500 ribu agen berlisensi di 2014,” terang William.

Sementara itu, Benny Waworuntu, Direktur Eksekutif AAJI, mengakui kenyataan penetrasi agen yang masih rendah. Saat ini pemegang polis individu menurut dia masih berkutat di level 11 juta, dan jika ditambah dengan kumpulan masih di angka 52 juta pemegang polis. Artinya, masih sangat besar pasar yang harus digarap agen asuransi.

Data Bank Dunia menyebutkan kelas menengah ke atas yang bisa menjadi fokus garapan agen asuransi berada di jumlah 150 juta orang. “Jadi kalau kita lihat dengan jumlah polis individu pasti sangat kecil,” papar Benny.

Maka dari itu, dalam pertemuan dengan Bank Dunia, industri asuransi didrong utuk masuk ke pasar micro assurance guna memperluas penetrasi pasar asuransi. “Ini juga membantu usaha mikro menjadi bankable.” (EVA)
Sumber:
http://swa.co.id/business-strategy/management/agen-asuransi-indonesia-mayoritas-dari-prudential

PRUlink assurance account

PRUlink assurance account adalah sebuah investasi unik. Terutama Fleksibilitas dalam memilih satu atau kombinasi dari delapan pilihan alokasi dana investasi untuk pengembangan dana Anda di masa depan. Produk ini memungkinkan kita untuk mengubah proteksi, menambah investasi dan cara pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan kita setiap saat. PRUlink assurance account menjadi pilihan perlindungan terbaik bagi Anda dan Keluarga untuk manfaat Rawat Inap, Kecelakaan maupun Penyakit Kritis, termasuk Proteksi untuk Anak-anak dan Pendidikan mereka dan tentunya Masa Pensiun Anda sendiri. Anda juga  fleksibel untuk mengubah semua manfaat asuransi dan investasi di atas kapanpun sesuai kebutuhan Anda.
Manfaat:
  • Memberikan santunan meninggal dunia atau cacat total dan tetap sebesar uang pertanggungan.
  • Memiliki fasilitas withdrawal atau penarikan nilai tunai sebagian.
  • Anda bisa menggunakan fasilitas premium holiday di mana Anda diperbolehkan untuk berhenti membayar premi selama jangka waktu tertentu.
  • Dapat memilih jenis investasi sesuai dengan profil risiko yang Anda inginkan.
  • Anda diperbolehkan untuk menambah perlindungan asuransi dengan memiliki asuransi tambahan.
Asuransi tambahan:
    PRUcrisis cover 34
    PRUcrisis cover benefit 34
    PRUpersonal accident death
    PRUpersonal accident death & disablement
    PRUmed
    PRUhospital & surgical cover
    PRUwaiver 33
    PRUpayor 33
    PRUspouse waiver 33
    PRUspouse payor 33
    PRUparent payor 33
    PRUlink term
    PRUmultiple crisis cover
    PRUcrisis income
    PRUearly stage crisis cover
    PRUjuvenile crisis cover

Asuransi Belum Populer di Indonesia

Tingkat pendapatan dan pendidikan, usia serta standar sosial mendorong seseorang melakukan pembelian polis asuransi jiwa. Bahkan motivasi pembelian polis asuransi tidak lagi hanya untuk memperoleh manfaat proteksi namun juga manfaat investasi.
Di negara maju, kepemilikan asuransi menjadi sangat populer dan menjadi gaya hidup baru masyarakat modern yang sadar risiko. Sebaliknya, di negara-negara berkembang kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi tergolong sangat rendah.
Contoh negara maju yang menganggap penting asuransi adalah Amerika Serikat, Jepang dan Singapura, setiap orang setidak-tidaknya memiliki 1 polis asuransi jiwa atau lebih, sedangkan di Malaysia 4 dari 10 orang memiliki polis asuransi. Sementara di Indonesia, kurang dari 2 per 10 orang yang memiliki polis asuransi jiwa.
"Di Indonesia, asuransi masih menjadi kebutuhan tersier, karena ini erat kaitannya dengan tingkat pendapatan dan pendidikan seseorang," kata Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani SE MA.
Faktor pendapatan dan pendidikan menurutnya yang menyebabkan asuransi jiwa lebih banyak dimiliki oleh masyarakat dari golongan menengah ke atas. Oleh karena itu perlu diberlakukan asuransi mikro yang bisa dijangkau oleh kelompok masyarakat menengah ke bawah, seperti petani dan nelayan. "Di Filipina dan Thailand, asuransi mikro ini sudah berjalan. Namun semua itu bisa berjalan karena adanya kontribusi dari pemerintah daerah masing-masing," tandasnya.
Namun yang tidak kalah penting, perusahaan asuransi jiwa perlu untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia agen dalam menjual produk sekaligus menjadi konsultan bagi masyarakat untuk mengelola keuangannya.

Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/04/03/114293